Oleh: Chivas Tulip | Desember 25, 2007

jiwa-jiwa kosong 21

    Aku begitu merasakan takut,bahkan takut ini seperti kenyataan yang ada di depan. Seperti ujung revolver tepat di pelipis kananku lalu sesuatu yang cepat. dan berhamburan semua isi di kepala. Lalu matilah aku. MAtaku menatap langit siang yang mendung. Lalu kuhisap rokokku dalam-dalam

entahlah pikiran yang selalu membuatku ketakutan semakin menjadi seiring waktu yang berjalan. Aku berjalan diatas perasaan yang kadang bikin kalut. Jiwa ini seperti dalam kotak yang tak pernah bis akeluar dan melihat di luar kotak. Aku memaki diriku sendiri. bahkan kadang obsesi bunuh diri itu terus mendekap. entahlah mungkin aku sudah gila.

Did berjalan kearahku lalu berdiri di sampingku. matanya juga mentap langit. kemudian menghembuskan nafas kuat-kuat. lalu menghisap rokoknya dalam-dalam. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. mungkin pikirannya selalu ganjil atau mungkin dia telah mati rasa. atau bahkan dia hidup seperti air mata yang tak pernah mengalir di pipinya.

“gue makin aneh Ros.” Ucap Did. aku diam mataku sibuk dengan burung kecil yang bermain di rerumputan.

“ros lo denger gue gak?”. Aku berdeham pelan dan berjalan menjauh

“woy lokira gue udah sakit jiwa. atau mungkin gue punya sakit yang lain yang bikin lo takut sama gue?”. aku hanya mengangkat kedua tanganku

“Ros, lo kenapa?”. did berlari kecil kerahku

“lo makin aneh aja”.did mengehentikan gerakannya”


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.