Chiv menatap keseluruh ruangan. tangannya mengepal diantara sudut jaket,matanya begitu sedih menhyaksikan kejadian yang begitu cepat.Le dan Om wiryo kesakitan di sudut ruangan. Suara hujan diluar terdengar jelas. nafas Chiv di hembuskan kuat-kuat.
“gue gak ngira semua terjadi kaya gini,gue gak ngerti kenapa lo bisa berubah jadi primitif,”. Did berjalan kedepan Chiv
“gue kira lo harus ngerti perasaan bokap gue yang rela masuk rumah sakit jiwa karna nyokap gue kawin sama paman lo?”
“tapi gak dengan cara kaya gini?”
“paman lo juga dengan cara kaya gini. lo ngerti perasaan gak?”. lalu Did menatap kearah om Wiryo.
“om tau,pedihnya bapak saya di rumah sakit jiwa?”. Did melangkah mendekati lelaki setengah baya itu. lelaki itu menatap mata Did tajam,perlahan air matanya turun.
“kalo om tau perasaan itu maka om akan mengerti,”. Chiv berjalan kearah Le.
“Le,ada cewe bernama Rat nyari lo,gue kira lebih baik lo pergi dari kota ini. lo urus istri lo dan jangan pernah kembali. mungkin itu jalan terbaik yang harus lo jalani”.
Hujan semakin deras.Udara dingin perlahan menusuk kulit,tetes terasa di gendang telinga. entah apa yang di pikirkan diantara kita. Aku terdiam di sudut ruangan. kuhisap rokok dalam-dalam. Did menyandar tembok dengan memeluk dengkul. Jhon juga terdiam begitu juga Chiv. Jam didinding berdentang keras. tapi semua bisu bahkan mendekati kesunyian abadi.
Aku berjalan mendekati Did,lalu menggapai tangannya. lalu kubisikan sebuah kata dan sedikit senyuman.
“lo serius Ros?”. Aku mengangguk
“lo yakin semuanya baik-baik aja?”. Aku kembali mengangguk
“Chiv hari menjelang pagi,gue pergi. kalo lo ada perlu gue di markas. Dan buat lo Le,lebih baik dengerim saran dari asek lo kalo lo mau selamat. Rat udah sakit jiwa dia bisa ngelakuin yang gak lo duga.Gue gak berpihak kesiapapun,tapi lebih baik lo jalani hidup lo”.
”sebentar,maksud lo apa?”. Le bersuara pelan
“lo udah hancurin harapan Rat. itu aja. jaga diri lo”. aku melangkah ke pintu di ikuti Did dan Jhon. Hujan semakin Deras.
Menelelusuru jalan basah dengan guyuran hujan di pagi ini. udara teras dingin,pikiran entah melayang kemana.bahkan hidup ini seperti aneh bahkan seperti aliran anak sungai yang tak tau arah muara. Aku pikir aku semakin tidak waras.