Oleh: Chivas Tulip | Desember 19, 2007

jiwa-jiwa kosong 16

Jhon menepuk pundaku pelan. lalu menyalakan rokok untukku. Udara semakin dingin dan hujan tan sedikitpun berhenti. suara burung hantu terdengar,mungkin kedinginan atau munngkin kelaparan. suara-suara serak jhon berdendang lagu kematian. Aku menghisap rokoku dalam-dalam. Sepi semakin terlihat jelas. aku duduk di bangku tua yang berderit. entahalah kenapa orang bisa tertidur dengan berjuta masalah di otaknya
“lo percaya gak ros,hujan-huja gini kita bisa bermimpi jadi apa saja?”
“gue gak percaya”.
“tapi lo harus percaya kata gue.geu ceritain sedikit…”
“udahlah Jhon semua itu tahayul. dan gak bikin gue percaya. cerita nenek moyang kaya gitu harusnya musnah dari dulu sebelum kita ini terlanjur lahir di dunia”. Jhonterbahak-bahak
“trus gue cerita apa,gini aja gimana kalo lo gue ramal?”
“gue yakin lo udah sakit akut.”
“Mau gue ramal gak?”
“enggak pernah minat dan gak akan pernah pengen ngeramal yang gak jelas”.
“gue jelas banget Ros,kemarin Did geu ramal”.
“gue gak mau”. Jhon tertawa lagi.
Suara hujan semakin deras uadar malam semakin lembab. aku setia dengan dingin ini begitu juga Jhon. dari kejauhan bayangan Chiv berjalan kearah gudang dengan mantel hitam menerobos malam dengan hujan yang lebat.sedikit tersenyum dengan sebatang rokok di sudut bibirnya.
“sory gue ganggu pesta lo?”. salamkas Chiv
“di dalam ada Rat lagi tidur”.
“lo berdua bis aikut gue gak?”
“gila hujan-hujan gini?”
“gue bawa mobil temen gue. gimana lo bisa ikut gue gak?”. Jhon mentapku begitu juga aku.
“gimana?”
“lo mau ajak gue kemana?”
“nanti gue jelasin di mobil”.
“lo mau nyelakian gue?”
“sejak kapan gue punya pikiran kaya gitu. gini aja,gue mohon banget lo ikut baru gue jelasin. kalo lo gak suka lo boleh turun dari mobil. giamana?”. Aku kembali memandang Jhon begitu juga Jhon.
“jhon bangunin Did,malamini kita berpesta”. jhon
Beremapt menembus hujan,jalan mengikuti jejal chiv menuju mobil yangterpakir lumayan jauh. udara dingin kemabli menyekap. menggigit tulang-tulang kami berempat. dari kejauhan mobil sedan buatan jepang bewarna hitam terlihat jelas.
“lo bisa nyetir Ros?”. tanya Chiv.Aku menggeleng
“biar gue aja Ros”. Did menawarkan diri
“sejak kapan lo bisa nyetir?” tanya jhon
“dulu sempat belajar sama bokap gue yang supir?”. Jhon tertawa keras
“udah keburu pagi”.
sedan hitam meluncur perlahan keluar dari jalan sempit menuju jalan raya dan melaju sedang. Huajan membuat jarak pandang terganngu. lampu-lampu jalan nampak begitu temaram karn ahujan begitu lebat. Mungkin orang-orang lebih tertarik ubtuk bermimpi darpida kelauar hujan-hujan begini. atau mungkin berempat ini sekumpulan orang-orang bodoh.
“gue harus mulai dari mana?”
“tersearh lo.kalo lo gak cepet jelasin lo gue lempar dari mobil”.
“sabar,jangan emosi. tenang dikitlah.Ok,gue mulai. Le ada di kota ini.”
“terus,gue harus lakuin apa?”
“mungkin dengan cerita lo gue bisa nyuruh Le pergi. walau bagaimanapun Le abang gue”.
“Did berhenti”.Semua terdiam hannya suara mesin mobil terdengar dan juga suara hujan. Smeua seperti bisu.
“sebentar ros, geu butuh lo. geu juga bingung. tapi…”
“cukup. geu gak mau terlibat semua ini. gue lelah dengan masalah yang gak pernah gue tau. dan lo denger ya gue terlalu muak. gue capek.!”.
“Gini aja Ros, geu minta tolong sekali aja. gue mohon”.Aku terdiam.
“lo semua temen gue kan?”. Aku meyulut rokoku,tanap suara kadang mataku mentap hujan kadang bertemu dengan mata Jhon
“OK,gue harus ngelakuin apa,biar lo mau bantu gue?”
“dimana Le berada?”
“ros,lo serisu mau bantu gue?”
“di mana lo sembunyiin Le?”
“Ok. Did jalan batu koral no 13.disiti Le geu taruh”. mobil sedan hitam melaju dengan kecapatan sedang. tepat perempatan did membelokan mobil. lewati jalan rusak. kemudian samapai di jalan sedikit halus dan samapai pertigaan Did belok ke kiri.Terlihat rumah semi moderen dengan cat putih bersih denagan taman air mancur.
“ini rumah siapa?”
“rumah bibi gue. Tapi Did kenapa lo tau jalan kerumah ini?”
“Lo brengsek Chiv,seharusnya lo gue bunuh dari kemarin”.
“LO kenapa Did?”. ucapku bertiga bersamaan
“ternyata nyokap geu kawin sama Om lo. bangsat!”.
“did geu gak tau,kita masuk dulu.”
“ros,jhon lo urus Le,gue urus Omnya Chiv gara-gara dia bokap gue masuk rumah sakit jiwa”.
“tapi ini diluar sekenario Did?”
“apa peduli perasaan lo?”. did mencengkram baju Chiv
“lo tau perasaan gue bangsat?!”
“tapi geu gak ngerti..”
“jhon lo tarik Did.Chiv lo masuk sama gue”. dengan susah payah Jhon menenagkan Did. aku memasuki ruangan dikuti Chiv kemudian Jhon dan Did.
Di sebuah ruangan yan lumayan luas. bercat putih dan berlampu cristal sesosok pemuda seumuranku duduk di sofa tua yang empuk. berjajar bebrapa lukisan karia pelukis handal negeri ini.Lelaki itu menatap kedatanganku. di belakang Jhon tetap mencoba menenangkan Did.
“woy bangsat lo harusnya malu. lo gak jauh beda sama anjing,tapi gue kira lo sama anjing masih terhomatan anjing!”. teriak did Keara lelaki itu
“Did slow didkit. lo Le,atau bukan?”. Suaraku perlahan
“ya geu Le,kenapa lo datang kaya jagoan saja. punya soapn di rumah orang lah”. Aku terpancing emsoi.
“Chiv lo punya abang memang sakit jiwa. gue gak ikut campur”.
“Ros,tunggu sebentar”.
“tunggu. geu nunggu hinaan selanjutny adari anjing di depan gue. gue heran kenapa banyak cewe yang rela di tiduri anjing kaya dia”.
“hey bung anda punya sopan?”
“hey.masih untung lo gak gue bunuh langsung.Bangsat!”. Jhon tanpa pereintah langsung menendang perut lelaki itu.lalu pukulan Did bersarang di muka lelaki brengsek itu.
“Ros,tolong hentikan semua ini”.
“Chiv ini urusan nya lain.geu gak terima”. Jhon dan Did mundur.
“Bangsat lo denger gue ngomong. ada cewe yang ke siksa karna ulah lo. gadis itu penegn banget bunuh lo,atau mungkin semua gadis yang pernah lo hancurin akan bunuh lo taua mungkin lo di kubur hidup-hidup”.
“apa peduli lo?”
“gue gak peduli. lo mau mati atau mau keneraka atau mau hancurin ratusan waniat. geu kesinikarna permintaan adik lo.karna itu gue kesini. dan lo catet geu gak pernah peduli sama lo. dan akan pernah peduli Bangsat!”. dari luar ada suara melangkah mendekati Ruanagnyang gaduh.
“le ada apa?”Lelaki setengah baya masuk kedalam
“ini om tamu-tamu gak di undang”.
“halo. om Wiryo inget saya?”. did tepat di hadapanlelaki itu. wajah lelaki itu namapak pucat seketika.Sebuah bogem melayang tepat dii pipi Om wiryo dan sebuah tendangan berakhir di perut.semu begitu cepat. Le mencoba bangkit tapi tendanagn Jhon terlalu cepat. dan sukses di perut Le. Chiv mencoba menenagkan namun Did sudah gelap mata.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.