Tujuh
Cuaca masih mendung,masih tersisa rintik hujan begitu juga udara basah.Aku masih terdiam di bangku reot dengan sebatang rokok. Aku mendengar jhon memainkan lagu lama dengan gitar akustik di dalam gudang. dengan suara sumbang Did menyanyikan lagu-lagi lawas milik ramones.Aku sibuk dengan pikiranku sendir. Suara cicek di pohon mangga tua mungkin menepuki kegelisahanku. Aku hisap rokokku dalam-dalam. Samar ku dengar langkah-langkah pelanmendekat.Aku melirik dengan ekor mataku kearah suara. Rat dengan baju basahnya menghampiriku. melangkah perlahan seolah takut mengusik diriku.
“masih ada Rokok Ros?”. Aku masih terdiam mendengar suara Rat
“Ros, lo masih punya rokok?”. aku menyodorkan sebatang rokok kerah Rat. dan memberikan korek.Aku melihat tangannya begitu cepat lalu menyulut danmenghembuskan asapnya kuat-kuat.Lalu dia melangkah perlahan kearah bangku kosong di sebelahku.
“boleh minta kopinya?”.Aku menganguk
“kenapa lo basah-basahan?”
“mandi hujan untuk lunturin dosa.”
“Gue kira lo udah gak kenal dosa.”
“gue kira juga gitiu Ros. Gue sedih banget…”.
“udah Rat ngapain lo sedih.Semua udah berlalu,dan lo harus menerima resiko yang udah lo hadepin.kecuali…”
“kecuali apa?”
“lo mau balikin sama Le dan siap di duain”.
“najis banget gue balikan sama dia. mendingan gue sama kebo.”
“terus kenapa lo mikirin dia?”
“siapa yang mikirin”.
“udah sana mendingan lo mandi.ada celana sama kaos punya orbit. besok lo gue beliin baju. gue ada celengan buat beli baju lo.”
“gak usah repot-repot.besok juga kering.”
“udah gak usah protes mandi sana.”
Welcome to the sideshow, I’ll cut to the chase
Yeah I can hear you thinking it’s going all to waste
I don’t mean to offend you when I look you in the eyes
What’s all this commotion? It leaves me mystified
dari dalam Did menyanyikan nomor dari ozzy. aku terpancing langsung kedalam lalu duduk disamping jhon yang memainakn gitar.aku meresapi lagu itu.aku sulutkan rokok untuk Jhon.Lalu aku menyadar perlahan aku mengikuti lagu itu
You don’t have to leave me the lights on
I’m so used to being blind
One good reason to blow me away
So it’s, I’ll see you tomorrow, I’ll see you tomorrow
Aku hisap rokokku dalam-dalam.Aku menyandar lagi. akau mencoba pejamkan mata,kalau beruntung aku bisa tertidur atau mungkin menjadi lelaki bersayap.Aku tersenyum kecil.aku menatap Jhon dan Did satu persatu.mereka setia menemaniku walau misi hidup yang kita bawa ini gak jelas. Did berjalan menghampiriku meneriakan salah satu bait lagu di dekatku. Aku tersenyum perlahan kearah Did. Dia langsung menariku untuk bangun dan mengajaku teriak bersama.
“Can it wait ’til tomorrow?’cos tomorrow never comes…!!”. Aku dan Did tertawa di ikuti Jhon.
Mungkin saat aku terbangun besok pagi gak akan pernah ada. dan mungkin aku juga tidak akan pernah menunggu. karna didepan sana semu.sesemu lagu yang kunyanyikan. mungkin juga aku bangun sudah berada di dunia asing yang tak pernah aku kenal.mungkin jadi mimpi terindah atau momen yang paling buruk. Aku hisap rokokku dalam-dalam.
Jhon dan Did masih asik meneruskan nyanyian mereka.kadang-kadang tertawa terbahak-bahak bila ada lirik yang terlewatkan. Aku kembali melangkah ke teras gudang. Menatap grimis yang tak peduli dengan diriku.begitu jug audara basah. sepasang kucing berteduh disisi gudang.mereka terlelap atau bahkan mimpi.Rat berjalanmendekati dengan kaos putih milik Orbit. Lalu bersandar di bangku tua yang berderit.
“Ros,lo pernah punya temen cewe?”.Suaranya perlahan merambat ke telingaku.
“lo temen cewe gue orbit juga.”
“maksud gue Pacar?”.
“menurut lo?”
“gue nanya serius lo pernah pacaran?dan gue gak ngeldek lo?”
“Adaya sejarahanya geu punya temen spesial cewe. kecuali kurcacai di dalam itu.”
“jadi lo gak pernah pacaran?”. Aku menggeleng pelan.
“serius?”. Aku kembali menggeleng pelan.
“kenapa bisa begitu?”
“Rat,pacaran itu cuma milik bangsa kaya lo.milik orang yang suka kemewahan. punya mobil dan keturunan ningrat. sedangkan buat orang kaya gue itu di haramkan.walau itu cuma sekedar jalan bareng. brengsek.”
“siapa bilang?”
“yang bilang kenyataan. dan akan menimbulkan produk kaya lo. mereka lebih seneng dengan free sex,seneng dengan dunia gemerlap atau apalah istilah buat mereka.sedangkan buat gue cuma hayalan sampah. dan itu gue gak peduli”.
“Lo iri?”.
“gue gak pernah iri. gue cuma nyesel di lahirkan aja”. Aku menelan ludah kecut.
“ya,gue ngelakuin keslahan dan itu akan gue tebus”.
“mungkin dan kalo lo gagal lo akan jadi pecundang kaya gue”.aku meninggalkan Rat menuju kedalam. Aku teguk segelas chivas.lalu mendekati jhon yang sedang bernyanyi. Aku menyodorkan segelas ke jhon.
“lo kenapa?”.
“udah lo mainin musiknya kita akan berpesta. pesta dalam hayalan busuk kita. bangsat”.
“ros lo kenapa?”. tanya Did bingung. aku tak peduli kuteguk segelas chivas,lalu kuteguk lagi dan lagi entahlah aku tak peduli esok pagi.
Chasing all the rainbows falling from the sky
I know your intentions are all a bunch of lies
I’m running out of patience, falling off track
You better start to worry, ’cause I may not make it back
All right now. aku perlahan berdendang mengikuti alunan gitar. mungkin aku telah mabuk atau mungkin aku diajak pergi lelaki bersayap. aku muak atau aku apalah.
Masih setia dengan alunan gitar yang aku mainkan. aku bersandar ke tembok. di luar masih gerimis. ini belum musim hujan tapi kenapa hujan turun. apa langit menangisi kebodohanku. atau mungkin langit terlalu bersimpati.aku terus memainakn gitar di tanganku. Jhon mencoba mengajakku untuk pejamkan mata. tapi aku menolak,biarakan aaku dengan dingin malam ini.biarkan aku dengan fikiran yang selalu menjadi labirin. atau biarkan aku sekarat dalam dingin.
“Ros,gue tau perasaan lo. bahkan gue paham banget perasan lo itu. kadang gue juga ngerasan semua ini. tapi apa yang bis akita perbuat?”. ucap Jhon
“sekali pecundang samapai mati tetap pecundang. kita ini akan di ingat bila kita di butuhkan setelah itu kita akan seperti sampah.dibuang,ditendang bahkan di bakar”.
“terus gue harus lakuin apa Jhon?”
“kadang ada juga pertanyaan seperti itu di hati gue. gue juga sulit untuk menjelaskan. ada niat bunu diri. tapi lo tau sendiri kita akan jadi berita sampah di koran murahan. lalu menjadi lelucon. dan merka bilang akhirnya pecundang tau diri juga.”
“lo gak mau kaya gitu Jhon?”
“kalo gue mau udah gue lakuin dari dulu.”
“terus apa yang akan lo lakuin esok pagi?”
“gue gak tau besok itu masih ada atau enggak. lo gak taukan saat besok nanti kita udah di liang lahat atau mungkin ada di kaleng sarden”.
“ya karna kiat gak tau. Lo percaya tuhan?”
“mungkin atau mungkin gak. gue gak tau,kalo memang ada gue cuma minta gue gak mau terlahir”.
“LO yakin?”
“gue kira doa lo juga sama. udahlah Ros,kita gak akan pernah lihat esok.karna gue tau lo,gue dan did gak percaya esok.atau nasihat-nasihat bijak yang selalu di ceritain guru-guru waktu sekolah dulu. lebih bai diam karn acerita mereka itu hanya dongeng buat yang di nyatakan hidup”.