Aku bisu dengan kata-katanya Rat,begitu dendamnya dengan. Aku merasakan aroma dendan kepada lelakibernama Le,yang entah di mana lelaki itu. Betapa dalamnya cinta Rat hingga rela memberikan segalanya termasuk tubuh nya.Mungkin dulu semuanay untuk dia,cinta yang dia miliki untuknya.kadang akujuga bertanya apa aku memiliki cinta. aku lirik rat,tetap tertunduk di depan segelas kopi. mungkin dia sedang bicara tentanggundah. luka itu mungkin begitu dalam. bahkan imajinasipun tak mampu menutup duka. Rat,aku tau dendammu mebuatmu pilu. dan aku merasakan.Bhkan dingin malam initak mampu melepaskan selimut lukamu.
kakiku melangkan mendekat Rat,aku melihat tetesan bening dari sudut matanya. membiarkan terjatuh kelantai.aku terdiam terpaku di samping Rat. Aku seperti dalam alunan labirin yang tak pernah bisa ketemujalan keluarnya.ku tepuk pundak Rat. dan aku melangkah ke luar.
“ros,dulu Le sering mengajak melihat bulan di malam seperti ini. dia selalu mebisikan kata indah”. Aku menganguk pelan
“ternyata dia menghianati dia menikah dengan gadis lain”.
“sory lo kenal sama dia di mana?”
“dari temen gue”.
“udah rat dikit lagi pagi lo lebih baik tidur.besok lo boleh cerita lagi”.
jam berdentang dua kali,tepat jam dua pagi. aku kemabli resah.aku melayang dengan cerita yang begitu memilukan.semua seperti sampah. semua seperti misteri angin yang tak kunjung di mengerti.
“Chiv sejak kapan lo berdiri disitu?”
“sory Ros. gue nguping pembicaraan ini”.
“gue kira gak masalah”.
“seandainya lo tau Ros?”
“maksud lo apa?”
Chiv terdiam.matanya menatap tajam kearahku. seolah memberi keyakinan kalau dia bersalah.rambutnya yang lumayan panjang tertiup dimainkan angin.sekali-kalimenutupi matanya.lalu di menunduk,rasa bersalah itu seperti nyata di setiap dengusan nafasnya. aku semakin tak mengerti.semua seperti jawaban aneh.seperti mereka yang memeutuskan tinggaldi gudang tua ini.
langkah kkai Chiv begitu berat.dia duduk dan menyandar di dinding sebelah barat gudang, tangannya menyulut rokok dan di hembuskan kuat-kuat. matanay kembali menatap langit berbintang.
“udah mendingan lo tidur”.
“lo duluan aja Ros, geu belum ngantuk”.
“Ok, kalo ada apa-apa lo bangunin gue”. Chiv mengangguk pelan.
Oleh: Chivas Tulip | Desember 12, 2007
jiwa-jiwa kosong 12
Ditulis dalam Tidak terkategori